17 Dapur MBG di Manokwari Kantongi Sertifikat Higiene

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari mencatat kemajuan signifikan dalam pemenuhan standar kesehatan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dari total 22 unit yang direncanakan beroperasi di wilayah Manokwari, sebanyak 17 dapur telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi sebagai syarat utama operasional.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Marthen Rantetampang, menegaskan bahwa sertifikasi tersebut bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi penting dalam menjamin keamanan pangan. Ia menekankan bahwa seluruh persyaratan kesehatan harus dipenuhi sejak awal untuk mencegah munculnya risiko yang dapat berdampak pada masyarakat.

“Seluruh persyaratan kesehatan harus dipenuhi sejak awal. Jangan sampai setelah beroperasi justru muncul masalah kesehatan yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Meski sebagian besar dapur telah memenuhi standar, masih terdapat lima unit yang tengah menjalani proses administrasi serta pemenuhan kriteria kesehatan. Proses ini mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas, kebersihan lingkungan, hingga kondisi kesehatan tenaga kerja.

Salah satu tantangan utama dalam percepatan sertifikasi adalah tingginya tingkat pergantian tenaga kerja. Jam operasional dapur yang dimulai pada malam hari hingga dini hari menjadi faktor utama yang memengaruhi ketahanan pekerja. Ritme kerja yang berlangsung dari pukul 18.00 hingga 03.00 WIT dinilai cukup berat bagi sebagian tenaga kerja.

Akibatnya, setiap kali terjadi pergantian personel, proses pemeriksaan kesehatan harus diulang dari awal, yang secara tidak langsung memperlambat penerbitan sertifikat. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pihak dinas dalam menjaga konsistensi standar kesehatan.

Dinas Kesehatan berharap adanya peningkatan koordinasi antara pengelola dapur dan tenaga kerja agar proses sertifikasi dapat diselesaikan secara menyeluruh. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk memastikan seluruh dapur MBG dapat segera beroperasi dengan standar kesehatan yang terjamin.

Lebih dari itu, pemenuhan standar higiene dan sanitasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas asupan gizi masyarakat. Dengan sistem pengawasan yang ketat, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa program MBG tidak hanya berjalan secara kuantitas, tetapi juga memenuhi aspek keamanan dan kualitas pangan secara berkelanjutan.

More articles

Latest article