Manokwari, Beritakasuari.com – Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriyah atau tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Manokwari resmi berakhir setelah menjangkau sepuluh titik kunjungan di berbagai masjid. Penutupan kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Ridwanul Bahri Fasharkan pada Selasa, 12 Maret 2026, sekaligus menjadi penutup dari seluruh agenda yang telah dilaksanakan selama bulan suci.
Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu sarana strategis dalam membangun kedekatan antara pemerintah daerah dengan masyarakat, khususnya umat Islam. Selama pelaksanaannya, Bupati dan Wakil Bupati Manokwari secara langsung mengunjungi sejumlah masjid untuk bersilaturahmi sekaligus memastikan umat dapat menjalankan ibadah dengan baik dan khusyuk.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, menyampaikan bahwa penutupan Safari Ramadhan tahun ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah disusun dengan niat tulus. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat hubungan sosial dan spiritual di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini adalah wujud niat tulus yang secara konsisten kami lakukan setiap tahun untuk memastikan umat Islam dapat beribadah dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya menjaga keberagaman dan keharmonisan di wilayah Manokwari. Pemerintah daerah, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk merawat nilai-nilai toleransi yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua.
“Kami mencintai dan mengasihi umat Islam di Manokwari. Mari bersama-sama menjaga keberagaman dan keharmonisan di Tanah Papua,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan Safari Ramadhan masih terdapat kekurangan. Ia mengakui bahwa belum semua masjid dapat dikunjungi dalam program tahun ini dan berharap cakupan kegiatan dapat diperluas pada tahun mendatang.
“Masih banyak masjid yang belum kami kunjungi. Kami berharap ke depan dapat menjangkau lebih banyak tempat,” ungkapnya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Manokwari, Baharuddin Sabollah, menilai bahwa kehadiran pemerintah daerah dalam setiap rangkaian Safari Ramadhan menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kegiatan keagamaan. Ia juga menyebut bahwa program ini telah menjadi agenda rutin tahunan yang selalu dinantikan oleh masyarakat.
Menurutnya, meskipun tahun ini hanya mencakup sepuluh titik kunjungan, esensi kebersamaan antara pemerintah dan umat tetap terjaga dengan baik.
Di sisi lain, Takmir Masjid Ridwanul Bahri Fasharkan, Ustaz Taufik, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap aktivitas keagamaan di masjid. Ia menjelaskan bahwa selama bulan Ramadhan, pihak masjid secara rutin menyediakan layanan buka puasa bersama secara gratis bagi jamaah, dengan dukungan dari pemerintah.
“Setiap hari kami menyediakan buka puasa gratis bagi jamaah, dan pemerintah daerah turut memberikan dukungan,” ujarnya.
Penutupan Safari Ramadhan ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari tausiyah keagamaan, penyerahan bantuan secara simbolis kepada anak yatim piatu dan masyarakat, hingga buka puasa bersama. Momentum tersebut menjadi penegas bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjalin dalam suasana penuh kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan.



