Fakfak, Beritakasuari.com – Kepedulian terhadap korban kebakaran di Kampung Malakuli, Distrik Karas, Kabupaten Fakfak, terus mengalir dari berbagai elemen. Pada Rabu malam (11/02/2026), Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Fakfak melalui BEM menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak, dengan pendampingan aparat Polsek Karas dan fungsi Intelkam.
Kegiatan berlangsung di Kampung Malakuli dan dihadiri Kepala Distrik Karas Luth Kamudi, perwakilan Kapolsek Karas IPDA Kamarudin Tereng, Ketua Barisan Merah Putih Syafi Yarkuran, Kepala Kampung Malakuli Nurjana Ombaer, perangkat RT setempat, serta jajaran pengurus BEM. Sekitar 20 warga hadir dalam suasana yang masih diliputi duka pascakebakaran.
Ketua BEM Politeknik Negeri Fakfak, Mafud Watipo, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf karena bantuan didistribusikan pada malam hari. Ia menjelaskan keterbatasan waktu dan proses penggalangan dana yang telah dilakukan beberapa hari sebelumnya di lingkungan kampus maupun titik keramaian masyarakat menjadi alasan utama. “Kami berupaya semaksimal mungkin agar bantuan yang terkumpul dapat segera disalurkan kepada saudara-saudara kita yang terdampak kebakaran,” ujarnya.
Kepala Distrik Karas menyampaikan apresiasi atas solidaritas mahasiswa dan dukungan dari pimpinan kampus. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi penguat moral bagi warga yang masih beradaptasi dengan kondisi pascakejadian. Ia menilai kolaborasi lintas unsur masyarakat menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan sosial.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua BEM kepada perwakilan korban, kemudian dilanjutkan pembagian langsung kepada 12 kepala keluarga terdampak. Bantuan yang diberikan meliputi beras 20 kilogram sebanyak 9 sak dan beras 5 kilogram sebanyak 6 sak, 12 karton mi instan, 12 liter minyak goreng, 7 unit kompor, 12 kilogram gula pasir, 12 kaleng susu, peralatan masak, pakaian untuk pria, wanita dan anak-anak, selimut, serta tikar.
Pendampingan oleh Polsek Karas bersama anggota Intelkam dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib. Kehadiran aparat tidak semata sebagai pengamanan, tetapi juga bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan serta langkah menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat pascamusibah.
Langkah preemtif dan deteksi dini yang dilakukan aparat menjadi bagian dari upaya mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada mahasiswa dan warga penerima bantuan. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah distrik, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan diharapkan terus terjalin dalam setiap kegiatan sosial, sehingga tercipta situasi yang harmonis dan kondusif di Distrik Karas, Kabupaten Fakfak.



