26 C
Manokwari
Thursday, February 5, 2026

Pendeta Hans Wanma Ingatkan Sampah di HUT PI Mansinam

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Ketua Jemaat Lahai-Roi Mansinam, Pendeta Hans Wanma, kembali menyoroti persoalan sampah yang kerap muncul setiap perayaan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil di Pulau Mansinam. Menjelang perayaan HUT PI ke-171 yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Februari 2026, ia mengajak seluruh jemaat dan pengunjung wisata rohani untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan pulau bersejarah tersebut.

Hans menilai persoalan sampah masih menjadi masalah berulang yang selalu muncul setelah pelaksanaan ibadah dan rangkaian kegiatan peringatan Pekabaran Injil. Setiap tahun, sampah ditemukan berserakan di berbagai lokasi strategis Pulau Mansinam, mulai dari kawasan patung Kristus hingga area situs pendaratan Injil yang menjadi pusat kunjungan peziarah.

“Saya tidak mau lagi melihat sampah berserakan di mana-mana. Setiap tahun perayaan Pekabaran Injil selalu meninggalkan sampah,” ujar Pendeta Hans di Manokwari, Kamis (29/1/2026).

Ia menegaskan bahwa kebersihan Pulau Mansinam tidak bisa dibebankan hanya kepada panitia penyelenggara. Menurutnya, pemerintah, jemaat, serta para pengunjung memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga lingkungan, terutama saat momentum perayaan besar yang menghadirkan ribuan orang.

“Masalah sampah ini harus menjadi tanggung jawab bersama, baik panitia, pemerintah, jemaat, maupun pengunjung,” katanya.

Pendeta Hans juga meminta panitia pelaksana untuk menyiapkan sarana pendukung, seperti tempat sampah di sejumlah titik strategis, serta sistem penanganan sampah yang jelas setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Langkah tersebut dinilai penting agar Pulau Mansinam tetap terjaga kebersihannya dan tidak mengalami pencemaran lingkungan.

Ia berharap perayaan HUT Pekabaran Injil ke-171 tidak hanya menjadi momentum refleksi iman, tetapi juga menjadi contoh kesadaran kolektif dalam merawat Pulau Mansinam sebagai destinasi wisata rohani yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi bagi masyarakat Papua Barat dan Indonesia.

More articles

Latest article