26.6 C
Manokwari
Wednesday, January 28, 2026

HPN 2026 Papua Barat Fokus Lingkungan dan Jurnalisme

Must read

Manokwari, Beritakasuari.com – Panitia Hari Pers Nasional Provinsi Papua Barat Tahun 2026 mulai mematangkan seluruh rangkaian kegiatan menjelang pelaksanaan hari puncak. Pada penyelenggaraan tahun ini, fokus utama diarahkan pada penguatan peran pers dalam isu pelestarian lingkungan serta peningkatan kualitas jurnalisme di Papua Barat sebagai daerah yang mengusung konsep provinsi konservasi.

Ketua Panitia HPN Papua Barat 2026 Ari Amstrong menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan telah disusun dengan pendekatan aksi nyata dan penguatan kapasitas sumber daya manusia pers. Menurutnya, HPN tidak hanya dimaknai sebagai peringatan seremonial, tetapi juga momentum strategis untuk mendorong kontribusi pers terhadap pembangunan berkelanjutan di Papua Barat.

“Kegiatan HPN 2026 di Papua Barat diawali dengan penanaman pohon, penguatan kompetensi wartawan, dan puncaknya dialog atau talkshow tentang pembangunan Papua Barat yang ramah lingkungan sebagai provinsi konservasi,” kata Ari Amstrong di Manokwari, Selasa (27/1/2026).

Agenda pembuka akan diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon yang direncanakan berlangsung di Kampung Katebu, Distrik Manokwari Selatan, pada pertengahan Februari 2026. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk kontribusi pers dalam upaya mitigasi bencana sekaligus kampanye kesadaran lingkungan kepada masyarakat.

Ari mengungkapkan bahwa panitia telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Papua Barat untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut. Dukungan pemerintah daerah dinilai penting guna memastikan pelaksanaan program berjalan optimal.

“Beberapa waktu lalu kami sudah audiensi dengan Dinas Kehutanan Papua Barat, dan mereka menyatakan siap mendukung kebutuhan bibit untuk kegiatan penanaman pohon,” tuturnya.

Selain isu lingkungan, panitia juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kompetensi wartawan di Papua Barat. Program pengembangan kapasitas ini dirancang untuk menjawab tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang seiring pesatnya digitalisasi media dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

“Kami memandang perlu adanya penguatan kompetensi wartawan, mengingat pentingnya profesionalisme pers serta tuntutan untuk mengikuti perkembangan teknologi dan media digital saat ini,” jelas Ari.

Dalam rangka menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan, panitia terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Dukungan lintas sektor tersebut dinilai krusial agar HPN 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan dampak yang nyata.

“Kami berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah dan Forkopimda agar HPN 2026 dapat berjalan dengan baik, khususnya dalam mengangkat isu pembangunan Papua Barat yang ramah lingkungan sebagai provinsi konservasi,” pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan HPN 2026, panitia berharap pers di Papua Barat semakin berperan aktif dalam mengawal pembangunan yang berkelanjutan, memperkuat kesadaran publik terhadap isu lingkungan, serta meningkatkan kualitas jurnalisme yang profesional dan berintegritas.

More articles

Latest article