Kaimana, Beritakasuari.com – Kapolres Kaimana Satria Dwi Dharma secara resmi melaunching Sekolah Sepak Bola Raja Wali Muda di Stadion Triton Kaimana, Sabtu (24/1/2026). Peluncuran ini menjadi langkah awal pembinaan atlet sepak bola usia dini di Kabupaten Kaimana melalui pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan penyerahan perlengkapan latihan dari Kapolres Kaimana kepada pelatih serta para pemain SSB Raja Wali Muda, kemudian dilanjutkan dengan pertandingan uji coba sebagai bentuk pengenalan aktivitas latihan. Dalam sambutannya, Kapolres menegaskan bahwa pendirian SSB ini bertujuan untuk menggali sekaligus mengembangkan potensi anak-anak Kaimana di bidang sepak bola.
“Sekolah Sepak Bola ini bertujuan untuk mengasah dan mencari kemampuan atlet sepak bola di Kabupaten Kaimana, khususnya pada kelompok usia 10 sampai 12 tahun dan 13 sampai 15 tahun,” ujar Satria Dwi Dharma yang juga bertindak sebagai pembina SSB.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan latihan akan dilaksanakan secara rutin setiap akhir pekan. Program latihan difokuskan pada pembentukan fisik, kekuatan, dan kecepatan, disesuaikan dengan tahapan usia pemain. “Sekolah Sepak Bola ini akan dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu,” terangnya.
Kapolres berharap kehadiran SSB Raja Wali Muda dapat menjadi fondasi lahirnya atlet sepak bola Kaimana yang tidak hanya terlatih secara teknis, tetapi juga memiliki mental profesional. “Semoga dengan adanya SSB ini bisa melahirkan atlet sepak bola Kaimana yang handal, terlatih, dan profesional,” katanya.
Sementara itu, Pelatih Kepala SSB Raja Wali Muda, Rikky Eramuri, menjelaskan bahwa sekolah sepak bola ini merupakan bagian dari organisasi pembinaan khusus yang berfokus pada pengembangan minat dan bakat anak melalui olahraga sepak bola.
“Kami membagi dua klasifikasi usia. Usia 10 sampai 12 tahun merupakan fase kegembiraan dan pengantar keterampilan dasar,” ucap Rikky.
Adapun untuk kelompok usia 13 hingga 15 tahun, latihan difokuskan pada pengembangan keterampilan lanjutan serta pembentukan karakter. “Pada fase ini kami mulai menanamkan kepercayaan diri, kedisiplinan, dan pemahaman peran sebagai calon pesepak bola profesional,” tambahnya.
Rikky menegaskan bahwa seluruh program latihan mengacu pada kurikulum Filanesia atau Filosofi Sepak Bola Indonesia yang menjadi standar pembinaan nasional. Ia juga membuka peluang bagi pemain berprestasi untuk melanjutkan pembinaan ke jenjang lebih tinggi.
“Ke depan kami berharap ada pemain dari SSB Kaimana yang bisa dititipkan ke Elite Pro Academy Liga 1 untuk kelompok usia 16, 18 hingga 20 tahun, karena dari sana pemain dipersiapkan menjadi pesepak bola profesional,” tandasnya.
Saat ini, SSB Raja Wali Muda didukung oleh lima pelatih, terdiri dari empat pelatih pemain dan satu pelatih khusus penjaga gawang. Dengan dukungan tersebut, SSB ini diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan sepak bola usia dini yang konsisten dan berkualitas di Kabupaten Kaimana.



