Manokwari, Beritakasuari.com – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III bersama jajaran Kodam XVIII/Kasuari dan masyarakat melaksanakan penanaman 1.500 pohon mangrove di kawasan pantai Saubeba, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Jumat (9/1/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Gerakan Menanam Pohon Sedunia yang diperingati setiap 10 Januari.
Penanaman mangrove ini melibatkan sejumlah unsur pimpinan daerah dan instansi terkait, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Pangdam XVIII/Kasuari, Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Komandan Satuan Brimob Polda Papua Barat, Dandim 1801/Manokwari, serta unsur Forkopimda di lingkungan Provinsi Papua Barat.
Dalam arahannya, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, menyampaikan bahwa gerakan penanaman mangrove memiliki makna strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga dan melindungi kelestarian alam.
“Hari menanam pohon sedunia adalah pencanangan dan peningkatan kesadaran menanam pohon demi kelestarian dan ekosistem alam,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Papua Barat memiliki kawasan pesisir yang sangat luas dengan sebaran mangrove yang signifikan. Oleh karena itu, keberlanjutan ekosistem mangrove menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.
“Menanam mangrove berarti kita menjaga garis pantai agar tidak terkena erosi atau abrasi air laut. Dengan memelihara mangrove, kita juga menyiapkan habitat biota laut untuk berkembang biak sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Letjen TNI Bambang.
Menurutnya, gerakan penanaman pohon meskipun terlihat sederhana, namun memiliki dampak jangka panjang yang besar bagi keberlangsungan lingkungan hidup. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh dan pemicu bagi masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga alam Papua Barat.
“Gerakan ini mungkin terlihat kecil, namun akan berdampak di masa depan. Semua ini dilakukan demi Papua Barat yang hijau, sehat, dan lestari,” tutupnya.



