Serui, Beritakasuari.com –  SD YPK Viadolorosa Kabuaena, satu-satunya lembaga pendidikan di Kampung Kabuaena, Distrik Yawakukat, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, sedang menghadapi ancaman serius dari pemilik hak ulayat. Jika tuntutan pembayaran terus diabaikan, gedung sekolah ini bisa dipalang oleh pemilik hak ulayat marga Nuntian.

David Paiderowi, Pelaksana Tugas Kepala SD Viadolorosa Kabuaena, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berusaha keras untuk menyelesaikan masalah tanah yang belum memiliki sertifikat sejak 1 Agustus 1963. Namun, kesulitan muncul karena pemilik hak ulayat menuntut agar anggota keluarga mereka direkrut sebagai tenaga honorer hingga menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Meskipun satu anggota keluarga berhasil menjadi PNS melalui upaya sekolah, namun pemilik hak ulayat masih menagih pembayaran dan menuntut kontribusi dari alumni sekolah. Untuk itu, warga Kampung Kabuaena dan anggota jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Viadolorosa Kabuaena turut berupaya mengumpulkan dana untuk membayar sebagai ucapan terima kasih kepada keluarga Nuntian.

Bendahara Jemaat GKI Viadolorosa Kabuaena, Izak Ayomi, menjelaskan bahwa seluruh alumni diminta untuk menyumbangkan uang sebagai bentuk solidaritas dalam menyelesaikan masalah ini. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap tuntutan dari pemilik hak ulayat dan untuk memastikan keberlanjutan lembaga pendidikan ini sebagai tempat belajar bagi generasi muda di Kampung Kabuaena.

Korneles Nuntian, salah satu pemilik hak ulayat, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pertemuan internal untuk mencapai kesepakatan bersama demi keberlangsungan sekolah. Meskipun status tanah belum jelas, namun mereka berkomitmen untuk mengurus sertifikat tanah dan mendukung lembaga pendidikan ini.

Dalam situasi yang kompleks ini, kerjasama antara sekolah, jemaat GKI, dan pemilik hak ulayat sangat penting untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan. Semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan bahwa SD YPK Viadolorosa Kabuaena tetap berdiri dan memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak di Kampung Kabuaena.

Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat, diharapkan masalah ini dapat segera diselesaikan dan SD YPK Viadolorosa Kabuaena dapat terus berfungsi sebagai sarana pendidikan yang penting bagi masyarakat setempat. Semua pihak harus bersatu untuk mendukung pendidikan dan masa depan generasi muda di Papua.