Jayapura, Beritakasuari.comKepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua yang sedang bertugas, Arry Pongtiku, dengan bangga mengumumkan bahwa ada 122 puskesmas di seluruh kabupaten yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Puskesmas-puskesmas ini tersebar di berbagai daerah, mulai dari Kota Jayapura hingga Mamberamo Raya. Selain itu, terdapat juga kerjasama dengan klinik swasta yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan layanan tersebut.

Menurut Arry, pemeriksaan kesehatan gratis ini dilakukan untuk mendeteksi masalah kesehatan pada pasien. Jika ditemukan masalah, puskesmas akan memberikan pengobatan atau merujuk pasien ke rumah sakit. Layanan ini khusus diperuntukkan bagi warga yang berulang tahun pada bulan Januari hingga Maret, dan mereka harus mendaftar melalui aplikasi Satu Sehat.

Selain itu, program pemeriksaan gratis juga menyasar pelajar, ibu hamil, bayi, dan balita. Pemeriksaan bagi pelajar akan dimulai pada bulan Juli dengan target sekitar 247 ribu siswa dari sekolah dasar hingga sekolah menengah. Untuk ibu hamil, bayi baru lahir, dan balita, pemeriksaan dilakukan di puskesmas maupun posyandu.

Pemeriksaan kesehatan gratis ini mencakup berbagai aspek kesehatan seperti gizi, jantung, tekanan darah, dan deteksi dini kanker. Dinkes Papua juga mengusulkan pemeriksaan tambahan untuk kusta, malaria, dan HIV/AIDS. Arry berharap agar pemerintah daerah dapat menyosialisasikan program ini dengan baik dan memasang informasi mengenai layanan pemeriksaan kesehatan gratis di setiap Puskesmas.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, menjelaskan bahwa layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka. Program ini juga menjawab kebutuhan mendesak terkait tingginya angka kematian akibat penyakit yang seharusnya bisa dicegah.

Endang mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini meskipun dalam kondisi sehat. Program ini tidak hanya untuk orang sakit, tetapi untuk semua kalangan agar dapat menjaga kesehatan mereka sejak dini. Staf Ahli Teknologi Kesehatan Kementerian Kesehatan, Setiaji, juga mengimbau masyarakat untuk mendaftar secara daring melalui aplikasi Satu Sehat atau melalui WhatsApp untuk menghindari antrean panjang di puskesmas.

Dengan adanya layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini, diharapkan masyarakat dapat lebih aware terhadap kondisi kesehatan mereka dan dapat melakukan tindakan preventif yang diperlukan. Semoga program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan masyarakat Papua.