27.5 C
Manokwari
Thursday, February 19, 2026

10 Kepala Daerah Ikuti Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Must read

Jakarta, Beritakasuari.com – Sebanyak sepuluh kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia dipastikan mengikuti tahapan presentasi Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia Pusat Tahun 2026 yang akan digelar pada 8–9 Januari 2026 di Jakarta. Tahapan ini menjadi fase krusial sebelum penentuan penerima Trofi Abyakta yang akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Banten, 9 Februari mendatang.

Para peserta yang terdiri atas tujuh bupati dan tiga wali kota berasal dari berbagai daerah, mulai dari Labuhanbatu di Sumatera Utara hingga Manokwari di Papua Barat. Presentasi dilakukan untuk menguji sejauh mana para kepala daerah memahami, mengelola, serta mengimplementasikan program pemajuan kebudayaan di wilayah masing-masing sesuai dengan tema yang mereka ajukan dalam proposal.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menjelaskan bahwa kesepuluh kepala daerah tersebut telah melewati proses seleksi ketat oleh Dewan Juri. Penilaian awal dilakukan melalui telaah mendalam terhadap proposal dan dokumen pendukung yang dinilai sangat komprehensif. “Berkas yang dinilai meliputi proposal utama, video kegiatan, dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah, peraturan daerah, tautan pemberitaan media, hingga dokumentasi foto. Totalnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan halaman,” ujar Yusuf, yang telah menangani Anugerah Kebudayaan PWI Pusat sejak HPN 2016 di Lombok.

Menurutnya, presentasi langsung di hadapan Dewan Juri menjadi tahapan penting untuk memastikan keaslian gagasan sekaligus menguji kedalaman pemahaman para kandidat terhadap program kebudayaan yang dijalankan. Melalui forum ini, para kepala daerah diminta memaparkan capaian, tantangan, serta dampak nyata program kebudayaan bagi masyarakat di daerahnya.

Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI–HPN 2026 berjumlah lima orang yang berasal dari latar belakang seniman, budayawan, akademisi, dan pimpinan pers nasional. Mereka adalah Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T., Sudjiwo Tejo, Akhmad Munir, serta Yusuf Susilo Hartono. Komposisi juri tersebut dinilai merepresentasikan perspektif kebudayaan, akademik, dan media secara seimbang.

Kesepuluh kepala daerah yang mengikuti presentasi terdiri atas Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Samarinda Andi Harun, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Bupati Temanggung Agus Setiawan, Bupati Manggarai Heribertus Geradus Laju Nabit, Bupati Blora Arief Rohman, Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, Bupati Manokwari Hermus Indou, serta Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis.

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers.” Dari tiga subtema yang ditawarkan, mayoritas peserta memilih fokus pada penguatan keragaman ekspresi budaya serta interaksi budaya yang inklusif. Penilaian diarahkan pada keterkaitan program dengan sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017, termasuk unsur inovasi, keberlanjutan, dan dampak program bagi masyarakat lokal hingga global.

Memasuki satu dekade penyelenggaraan, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat juga menghadirkan kategori baru bertajuk “Wartawan dan Komunitas.” Kategori ini ditujukan bagi insan pers dan komunitas budaya yang konsisten berkarya minimal sepuluh tahun serta memberikan dampak luas. Dewan Juri telah menetapkan penerima kategori ini, di antaranya Rahmi Hidayati, penggerak pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, serta Seno Joko Suyono, penggagas Borobudur Writers and Cultural Festival.

More articles

Latest article